Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat Kampuang Dilam, Jorong Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh, melaksanakan tradisi adat dan keagamaan Basidakah Limau.
Tradisi Basidakah Limau merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para ninik mamak dan tokoh masyarakat terdahulu. Dalam tradisi ini, masyarakat berbagi air limau serta beraneka jenis makanan yang dibuat oleh masing-masing keluarga sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur dalam menyambut bulan penuh berkah.
Prosesi Basidakah Limau diawali dengan arak-arakan dari MDTA Balai Pinang. Di tengah perjalanan, rombongan kemudian bergabung dengan masyarakat dari Balai Pinang, Balai Tangah, dan Balai Gadang. Arak-arakan tersebut selanjutnya bergerak bersama menuju Simpang Ampek Nagari Muaro Paneh.
Pawai yang mengular sepanjang jalan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Suasana semakin semarak karena diiringi musik tradisi dan drumb band yang menambah semangat peserta. Tidak sedikit warga yang menyaksikan jalannya pawai dan mengabadikan momen yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun ini.
Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini juga menjadi simbol persatuan serta mempererat tali silaturahmi antarwarga Nagari Muaro Paneh.
Pemerintah Nagari Muaro Paneh memberikan apresiasi atas kekompakan dan partisipasi seluruh masyarakat dalam menjaga serta melestarikan tradisi Basidakah Limau sebagai warisan budaya yang sarat makna religius dan sosial.
Semoga melalui kegiatan ini, Ramadhan 1447 H membawa keberkahan, kedamaian, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Marhaban Ya Ramadhan 1447 H.
Mohon Maaf Lahir dan Batin.