Tradisi Basidakah Limau merupakan tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Dalam tradisi ini, masyarakat berbagi air limau dan juga beraneka jenis makanan yang dibuat oleh masing-masing masyarakat.
Prosesi Basidakah limau diawali dengan arak-arakan dari MDTA Balai Pinang, kemudian di tengah jalan bergabung masyarakat Balai Pinang, Balai Tangah dan Balai Gadang. Arak-arakan kemudian bergerak menuju simpang ampek Nagari Muaro Paneh.
Arak-arakan yang mengular sepanjang jalan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Apalagi, juga diiringi dengan musik tradisi dan Drumb band. Tidak sedikit yang menonton jalannya pawai, hingga mengabadikan momen sekali setahun itu.
Setelah berkeliling nagari, kemudian masyarakat Balai Gadang melangsungkan tradisi Basidakah limau dan makanan di halaman SD N 10 Muaro Paneh. Kemudian, masyarakat Balai Pinang melanjutkan Basidakah limau di halaman Masjid Baitul Makmur
Momen ini yang paling ditunggu anak-anak dan masyarakat. Aneka jenis makanan hingga air limau menjadi rebutan. Suasana gembira ria diselingi gelak tawa menghiasi kemeriahan Basidakah Limau tahun ini.
Tokoh Bundo Kanduang Balai Pinang, Tistuti Kamal mengatakan, prosesi Sadakah Limau tahun ini sangat spesial karena diikuti oleh banyak masyarakat. Dan tradisi ini menjadi momen dalam mempererat silaturahmi jelang memasuki bulan Ramadhan.
“Terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang dengan sukarela memasak dan mengikuti pawai. Hal ini mencerminkan kekompakan masyarakat di Nagari Muaro Paneh,” kata Tistuti Kamal.